File Baru: Etika Beraktivitas di Alam Bebas
Terjemahan dari seven principles of Leave No Trace.
download file prinsip dasar dan etika beraktivitas di alam bebas (pdf, 67kb)
Terjemahan dari seven principles of Leave No Trace.
download file prinsip dasar dan etika beraktivitas di alam bebas (pdf, 67kb)
Oleh: ARU
Akhir-akhir ini rekan-rekan sangat perhatian dengan kerusakan lahan di sukawana khususnya di Track 4, ada sedikit tambahan untuk bahan diskusi (sepertinya ada salah paham antara menanam pohon atau cukup menanam rumput-rumputan) karena bisa jadi apa terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Guru besar dan dibaca oleh rekan-rekan berbeda dengan apa yang terjadi di sukawana (track 4 memiliki lahan yang rusak parah akibat dijadikan jalur Off road dan dengan kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang).
Mengenai erosi di sukawana dan cara mengatasinya, tidak semua erosi dapat diperbaiki dengan vegetasi aja, baik itu rerumputan – serasah maupun pohon.
Erosi dapat terjadi karena tumbukan air hujan (energi kinetik) yang mengenai tanah yang tidak tertutup atau dari kecepatan aliran air yang tidak dihambat oleh akar-akar atau vegetasi.
Pohon-pohon besar juga dapat mengakibatkan erosi bila bentuk daunnya membentuk mangkuk sehingga berpotensi meng akumulasi air hujan dan dibawahnya tidak ada penutup tanah (misal serasah, semak dan rerumputan). Tapi bila hanya mengandalkan rerumputan juga tidak bagus untuk tanah, bila tidak ada pohon yang memiliki akar akar tunjang, tanah tidak ada yang mengikat, sehingga bila tanah jenuh dengan air akibatnya bisa longsor (tanah terlalu berat menahan beban dari air yang terkandung didalamnya) Jadi sebenernya yang paling baik itu ada pohon dan juga ada serasah semak atau rumput, jadi ketika air jatuh dari pohon energinya dapat di tahan oleh tumbuhan dengan ketinggian yang lebih rendah dari pohon.
EROSI karena air dapat dibedakan dengan erosi karena energi kinetik air hujan (tumbukan air hujan), sheet erosion (karena erosinya mengikis tanah selapis demi selapis), rill erosion (membentuk saluran akibat akumulasi hujan yang membentuk aliran air dari atas) dan gully erosion (lebih besar dari rill erosion, membentuk selokan-selokan) disebut juga stream channel erosion.
Erosi yang terjadi di track 4 penyebabnya adalah ban-ban mobil, motor ditambah dengan aliran air dari atas mengingat bahwa di track 4 memiliki kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang sehingga dapat mengakibatkan aliran air dari atas bertambah kuat. Kalau di alam mirip-mirip seperti gully erosion atau erosi parit.
Cara mengatasinya tentu tidak sekedar menanam vegetasi saja, tapi harus diawali dengan perbaikan lahan untuk mengurangi aliran air dari atas ( dengan cara contouring, strip cropping, terracing). Cara ini adalah cara paling efektif untuk menyediakan lingkungan yang cocok bagi tanaman, mempengaruhi laju infiltrasi (meresapnya air kedalam tanah), aerasi, dan kehilangan tanah akibat erosi.
Contouring diartikan membajak, menanam, mengolah tanaman dan panen kira kira mendekati / mengikuti garis kontur.
Strip cropping menumbuhkan bidang-bidang dengan berbagai tanaman di lahan yang sama.
Demikian sedikit tambahan semoga bermanfaat.
Kalau ada yang berminat untuk mendalami bisa dilihat di buku:
Glen O. Schwab dkk, 1981, Soil and Water Conservation Engineering, John Willey & Sons.
Skema ini bukanlah peta situasi yang baik dan akurat, namun setidaknya dapat menjadi awal dan basis bagi kegiatan mapping yang harus dilakukan. Di peta ini juga tertera titik titik dimana lintasan mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan. Beberapa gambar kerusakan yang terjadi sementara dapat dilihat di Berita Foto.
Skema di produce langsung menggunakan GPSMapEdit dari hasil tracking GPS pada sekitar tahun 2003 dan sebagian diperbaharui pada 2006 kemarin. Kondisi jalan dan lintasan sangat mungkin sudah banyak mengalami perubahan, untuk itu diperlukan mapping baru yang lebih baik. Beberapa garis jalan juga masih merupakan rekaan, di tampilkan hanya sebagai bahan dalam pembuatan mapping selanjutnya.
Bila ada rekan rekan yang memiliki peta dasar (bakosurtanal), citra satelit, gps tracking atau material apapun yang berhubungan dengan inisiatif ini dapat memberikan kontribusi dengan cara memberikan link dimana file tersebut dapat di unduh/download pada kolom komentar yang disediakan. Kami juga sedang mengumpulkan data gambar mengenai kondisi lahan di Sukawana dan sekitarnya dari dulu sampai sekarang, bila anda memiliki dan berkenan sharing, silahkan mengikuti cara seperti diatas. Mohon maaf pengiriman file melalui email belum dapat dilakukan karena keterbatasan koneksi internet yang kami miliki.
download skema situasi, jalan akses dan beberapa titik kerusakan lintasan di Sukawana v01 (jpg, 147kb).
Siapa Sahabat Sukawana ?
Sahabat Sukawana (anda boleh juga menyebutnya FOTS; Friends of The Sukawana) adalah sebuah inisiatif yang timbul dari rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas baik peduli lingkungan, pecinta alam, offroader mobil, motor, sepeda, pejalan kaki dan semua warga masyarakat yang ikut memanfaatkan serta senang menikmati keajaiban ciptaan Tuhan.
Inisiatif ini muncul ketika beberapa rekan di Bandung memiliki kepedulian yang sama terhadap kondisi alam dan hutan di sekitar Bandung khususnya daerah Sukawana yang kini banyak mengalami degradasi akibat ulah kita juga para manusia yang mendiami, mendatangi dan beraktifitas di kawasan tersebut.
Apabila anda memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan dan alam sekitar, maka anda juga adalah Sahabat Sukawana, mudah sekali bukan.
Mengapa Sukawana ?
Sukawana adalah nama daerah yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah utara kota Bandung yang sebagian besar wilayahnya adalah kebun teh produktif milik PT. Perkebunan Nusantara VIII.
Namun nama Sukawana yang dikenal oleh sebagian komunitas penggiat adalah areal lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar merupakan hutan pinus dalam pengelolaan Perum Perhutani dan sebagian lagi termasuk dalam area cagar alam Gunung Tangkuban Perahu. Sukawana merupakan lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berkegiatan luar ruang (outdoor) oleh sebagian masyarakat, tidak saja Bandung dan kota kota satelitnya, tapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya.
Banyak diantara rekan rekan yang merasa memiliki Sukawana karena sering melakukan berbagai aktifitas komunal maupun individual disini. Baik itu sekedar sight seeing, berkendaraan offroad mobil atau motor, bersepeda (mountain bike), berjalan kaki (hiking) bahkan berkuda (horse riding). Dengan hutan yang masih asri, udara yang bersih, bentangan pohon pinus dan berbagai satwa ditambah jaraknya yang dapat dicapai hanya dalam 45 menit berkendara dari kota Bandung membuat Sukawana begitu mudah disayangi.
Sayangnya berbagai kegiatan tersebut belakangan ini semakin marak dan cenderung tidak terkendali, akibatnya bisa ditebak. Banyak terjadi degradasi lahan. Aktifitas menjadi tidak nyaman ketika para hikers harus berjalan dengan ditingkahi deru exhaust para dirtbikers yang memekakkan telinga. Sebagian areal menjadi kotor akibat sampah yang ditinggalkan begitu saja. Belum kondisi lintasan yang dahulu digunakan untuk jalur perkebunan mulai rusak akibat gerusan ban ban profil kasar kendaraan 4x4 disambung erosi di beberapa lintasan yang menjadi semakin parah ketika hujan mulai turun, membentuk ceruk dalam (monorail) yang sulit dilalui kendaraan. Akibat lain, banyak lintasan dan jalur baru yang dibuka.
Rumput yang ditanam para masyarakat peternak dan saluran air yang menghidupi desa di sekitar Sukawana seringkali ikut menjadi korban. Bukan itu saja, perambahan yang dilakukan oleh masyarakat juga sudah mulai masuk jauh kedalam.
Semua kondisi ini sangat mendukung bagi rusaknya Sukawana secara lebih luas, hilangnya para satwa lokal, matinya tanaman tanaman eksotik khas hutan Jawa Barat, dan seterusnya dan seterusnya.
Pendeknya, Sukawana merupakan sebuah contoh, dimana sesuatu yang begitu mudah disayangi, sadar tidak sadar mudah juga untuk disakiti.
Kami tidak ingin Sukawana rusak. Kami tidak ingin Sukawana sampai tertutup untuk aktifitas otomotif. Kami ingin Sukawana dapat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh penggiat dan stakeholder-nya. Tapi itu semua tidak akan tercapai bila kita tidak memahami keinginan Sukawana.
Mari kita beraktifitas dengan lebih bertanggung jawab dan bersahabat pada alam.
Situs ini selalu dalam pengembangan, silahkan kembali di lain waktu dan jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar anda mengenai inisiatif ini di kolom komentar yang tersedia.
Salam,
Sahabat Sukawana
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King