Friends of The Sukawana

July 8, 2006

Selamat Datang Sahabat Sukawana

Filed under: Warta - sahabat sukawana @ 7:03 pm

Siapa Sahabat Sukawana ? 

Sahabat Sukawana (anda boleh juga menyebutnya FOTS; Friends of The Sukawana) adalah sebuah inisiatif yang timbul dari rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas baik peduli lingkungan, pecinta alam, offroader mobil, motor, sepeda, pejalan kaki dan semua warga masyarakat yang ikut memanfaatkan serta senang menikmati keajaiban ciptaan Tuhan.
Inisiatif ini muncul ketika beberapa rekan di Bandung memiliki kepedulian yang sama terhadap kondisi alam dan hutan di sekitar Bandung khususnya daerah Sukawana yang kini banyak mengalami degradasi akibat ulah kita juga para manusia yang mendiami, mendatangi dan beraktifitas di kawasan tersebut.
Apabila anda memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan dan alam sekitar, maka anda juga adalah Sahabat Sukawana, mudah sekali bukan.

Mengapa Sukawana ?

Sukawana adalah nama daerah yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah utara kota Bandung yang sebagian besar wilayahnya adalah kebun teh produktif milik PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Namun nama Sukawana yang dikenal oleh sebagian komunitas penggiat adalah areal lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar merupakan hutan pinus dalam pengelolaan Perum Perhutani dan sebagian lagi termasuk dalam area cagar alam Gunung Tangkuban Perahu. Sukawana merupakan lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berkegiatan luar ruang (outdoor) oleh sebagian masyarakat, tidak saja Bandung dan kota kota satelitnya, tapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya.
Banyak diantara rekan rekan yang merasa memiliki Sukawana karena sering melakukan berbagai aktifitas komunal maupun individual disini. Baik itu sekedar sight seeing, berkendaraan offroad mobil atau motor, bersepeda (mountain bike), berjalan kaki (hiking) bahkan berkuda (horse riding). Dengan hutan yang masih asri, udara yang bersih, bentangan pohon pinus dan berbagai satwa ditambah jaraknya yang dapat dicapai hanya dalam 45 menit berkendara dari kota Bandung membuat Sukawana begitu mudah disayangi.
Sayangnya berbagai kegiatan tersebut belakangan ini semakin marak dan cenderung tidak terkendali, akibatnya bisa ditebak. Banyak terjadi degradasi lahan. Aktifitas menjadi tidak nyaman ketika para hikers harus berjalan dengan ditingkahi deru exhaust para dirtbikers yang memekakkan telinga. Sebagian areal menjadi kotor akibat sampah yang ditinggalkan begitu saja. Belum kondisi lintasan yang dahulu digunakan untuk jalur perkebunan mulai rusak akibat gerusan ban ban profil kasar kendaraan 4x4 disambung erosi di beberapa lintasan yang menjadi semakin parah ketika hujan mulai turun, membentuk ceruk dalam (monorail) yang sulit dilalui kendaraan. Akibat lain, banyak lintasan dan jalur baru yang dibuka.
Rumput yang ditanam para masyarakat peternak dan saluran air yang menghidupi desa di sekitar Sukawana seringkali ikut menjadi korban. Bukan itu saja, perambahan yang dilakukan oleh masyarakat juga sudah mulai masuk jauh kedalam.

Semua kondisi ini sangat mendukung bagi rusaknya Sukawana secara lebih luas, hilangnya para satwa lokal, matinya tanaman tanaman eksotik khas hutan Jawa Barat, dan seterusnya dan seterusnya.
Pendeknya, Sukawana merupakan sebuah contoh, dimana sesuatu yang begitu mudah disayangi, sadar tidak sadar mudah juga untuk disakiti.

Kami tidak ingin Sukawana rusak. Kami tidak ingin Sukawana sampai tertutup untuk aktifitas otomotif. Kami ingin Sukawana dapat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh penggiat dan stakeholder-nya. Tapi itu semua tidak akan tercapai bila kita tidak memahami keinginan Sukawana.

Mari kita beraktifitas dengan lebih bertanggung jawab dan bersahabat pada alam.

Situs ini selalu dalam pengembangan, silahkan kembali di lain waktu dan jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar anda mengenai inisiatif ini di kolom komentar yang tersedia.

Salam,

Sahabat Sukawana 

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://fots.blogsome.com/2006/07/08/selamat-datang-sahabat-sukawana/trackback/

  1. Silahkan tinggalkan pesan dan komentar anda mengenai inisiatif Sahabat Sukawana di kolom ini.

    Comment by Sahabat Sukawana — July 8, 2006 @ 7:03 pm

  2. Untuk itu, beri tempat yang resmi, sosialisasikan untuk para pengguna dirtbike.
    Sehingga semua tahu, mana yang boleh mana yang nggak boleh.
    Jadi tidak ada pihak yang dirugikan dikemudian hari.

    Jangan lupa, cari penyebab kerusakan yang lain yang bahkan yang paling berperan thd kerusakan tsb malahan….!

    Comment by Priyos — July 11, 2006 @ 6:17 pm

  3. bagus lah, tapi apa nih konkretnya yang akan anda lakukan dengan inisiatif ini ? jangan jangan cuman NATO!

    - ujang bandung -

    Comment by Ujang — July 12, 2006 @ 12:41 pm

  4. kapan atuh hayu ah kita realisasikan, sebelum kaum kapitalis2 instan & dadakan, ngaruksak temapt maen kita & di jual babah2.

    fk3i korwil bandung utara.

    Comment by wong — July 24, 2006 @ 4:04 pm

  5. dirtbike….. offroader…. what ever ( waduk….) lahh…. apa manfaat sosial ekonomi yang jelas bagi masyarakat sekitar ? menjadi konsumtif seperti anda2 sekalian….? none sense kalo emang (siaaaaaa….. !) offroad teu ngaruksak. kalo emang dulunya sok leuleuwengan hayuu urang hiking ( leuleumpangan….) tong make motor atawa mobil. rasakeun ku maraneh kumaha geus teu ngenahna lempang di jalur UBRUT maneeh. TRABAS hayu urang tarung di leuweung …..

    GAPeli Lembang.

    Comment by sagan — July 24, 2006 @ 4:18 pm

  6. Akang akang terima kasih sharingnya. Kapasitas Sahabat Sukawana saya rasa sementara ini hanya sebagai media komunikasi dan advokasi saja. FOTS tidak (mungkin belum) memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan tindakan yang lebih konkrit.

    Kami juga sadar, masalah lingkungan di kawasan Bandung dan sekitarnya sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu peran yang kami ambil saat ini hanyalah di bidang advokasi dan informasi.

    Forum dan media FOTS ini juga sangat memungkinkan untuk digunakan bersama-sama oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Misalnya untuk mengumumkan kegiatan yang akan dilakukan oleh teman-teman, sebutlah kegiatan penghijauan, pelatihan dan sebagainya. Atau bila teman-teman artikel atau tulisan mengenai lingkungan yang terkait dengan inisiatif ini, silahkan menyumbangkan ide atau sharingnya pada kami.

    Maaf, sampai saat ini belum banyak yang kami bisa lakukan karena keterbatasan yang kami miliki juga.

    Mangga, diantos sharing dan ide-ide selanjutnya.

    Comment by echo — July 26, 2006 @ 12:33 pm

  7. waduh, kok gapeli komennya tidak intelek begitu ya? itu bener anggota gapeli atawa cuma oknum yang ingin bikin keruh suasana ya? Di luar negeri yang jauh lebih maju dan lebih peduli lingkungan aja offroad tidak dilarang kok, namun ada aturannya, nyatanya alamnya jauh lebih bagus dari indonesia. Intinya, ber-offroad mobil maupun motor masih dapat dilakukan dengan bahagia dengan tetap mewariskan alam untuk generasi mendatang. Caranya? Ini yang harus kita rembug bersama, bikin pengelolaannya, bikin aturannya, bersama, jangan cuma bisa offroad doang tapi tidak berpartisipasi dan tidak melestarikan alam, dan jangan cuma bisa teriak2 membenci offroad tapi tanpa disadari ada yang dilakukan lebih merusak dari offroad. Coba “kita” renungkan dengan jernih dan tidak berfikir dangkal, apakah berjalan kaki tidak merusak alam? apakah kita sehari2 naik angkot dan kendaraan bermotor yang tidak dirawat sehingga gas buangnya lebih berpolusi daripada kendaraan yang dirawat? apakah rumah yang kita tinggali pembangunannya dulu tidak merusak alam? apakah kita akan membiarkan saja tetangga kita membakar sampah karena kita anggap biasa padahal polusi yang dihasilkan bisa melebihi polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor? apakah di rumah kita sudah mempunyai sumur resapan yang berguna bagi cadangan air tanah? apakah perkakas rumah, buku, pakaian kita dibuat dengan tidak merusak alam? apakah sabun yang kita pakai tidak mencemari lingkungan? apakah kita sudah mendayagunakan/mengelola sampah sehingga tidak dibuang oleh dinas kebersihan yang notabene cuma membikin gunung sampah? apakah kita sudah menanam pohon dipekarangan walau hanya satu? seringkah kita melihat “pecinta alam” berjalan kaki di sukawana dengan membuang sampah sembarangan? (kalo saya sih sering melihat) …. dan masih banyak lagi yang harus kita renungkan dan pertanyakan. Apakah kita berani menjawab pertanyaan diatas dan berteriak keras ’saya anti perusakan lingkungan’ kemudian mencopot semua pakaian kita dan hidup dihutan, telanjang, tanpa memakai semua produk bikinan manusia? Silahkan… kalau saya lillahi ta’ala ambil jalan tengah, hidup normal dan bahagia dengan terus berupaya meminimalisir kerusakan lingkungan

    Comment by jangan berantem duong — August 1, 2006 @ 1:14 pm

  8. Ieu teh rek ngbahas naon atuh. eksistensi kita sebagai makhluk hidup atawa rek siraman rohani ala AA GYM atawa kakang AA BRAJAMUSTI…..? apa mau ngobrolin ala YOSEMITE ala kinabalu, lain urang ENDONESIA urg2 teh. dina AL’QURAn n UU No 25 ttg Lingkungan HiduPge, ngeus jelas…(baca we, jalmi pinter ieu sanes? high level graduate…..????????) BANDUNG UTARA HARAM BUAT OFFROAD KHUSUSNA. abdi mah kunyuk teu intelek….

    Comment by GAPeli Lembang — August 18, 2006 @ 10:43 am

  9. Saya pikir ‘friends of the sukawana’ dibentuk dengan tujuan yang positif. Semua yang turut membaca dan berkomentar sama-sama concern dan turut prihatin bila lingkungan hidup (terutama sukawana yang jadi topik disini) jadi rusak.

    Untuk Oom GAPeli Lembang, tong ngan bisana ngutruk & nantang gelut hungkul atuh. Kasih solusi. Sugan teh ‘pecinta alam’ bisa ngasih komentar dan masukan yang positif, informatif, mendidik. Untuk kebaikan bersama, selain memportal semua jalan masuk sukawana, mungkin GAPeli juga bisa menerbitkan artikel yang bagus demi kelestarian alam khususnya Sukawana. Jadi kita semua bisa diskusi dengan enak tentang bagaimana supaya Sukawana jadi alam yang asri dan bisa dinikmati oleh semua orang.

    Untuk Oom Moderator, saya pada dasarnya mendukung bahwa kebebasan berekspresi (melalui komentar) di website ini harus dihargai. Tapi ‘in the name of peace’, agar tidak jadi konflik (sugan jadi garelut di luaran), lebih baik komentar2 disaring lagi.

    Tambahan : kalo ngga salah UU ttg lingkungan hidup itu no 23/1997. (atau memang no.25 seperti sabda GAPeli ??). ada di link http://www.bchindonesia.org/docs/uu_no_23_1997.pdf. mungkin bisa di upload disini sekalian, untuk dibahas juga. Karena katanya ‘nggeus jelas’ tapi saya ‘ngga jelas’.
    Sugan disitu ada pasal ttg “dilarang off-road”.

    Nuhun Oom.
    - jalmi pinter, high level graduate-

    Comment by Anto — August 27, 2006 @ 8:27 pm

  10. oh enya abdi mah pan kunyuk…. tea! tidak bisa memutar balikan fakta n bermain di balik pasal , read ah…. read pasal tentang konservasina oge (paham meureun…!). ada solusina, kita buat hutan tutupan jiga di banten eta pas jeung nu nyunda.

    muhun kamoderator hatur nuhun pisan, tos tiasa nagluarkeun uneg uneg mangga ah

    Comment by GAPeli Lembang — September 19, 2006 @ 9:41 pm

  11. assl wr wb. ngiringan ah….seepeun lahan panginten kang… janten maksa hoyong offroad di sekitar GN tangkuban. padahal tos aya lahan teh, di oray tapa sareng di …(asalna…) gn kareumbi, tapi da tos ancur eta ge ku aranjeuna. saur na mah bade tanggel waler kanu tilas na. ah dugi ka ayeuna ge teu kajantenan. tapi muhun Peace ah tong garelut, mening urang obrolkeun. pa sami sami cinta alam….

    hatur tengkyu

    Comment by SPHBUtara — September 19, 2006 @ 9:47 pm

  12. Baru nemu nih, asyik asyik komentarnya! mudah-mudahan tidak ketinggalan info. Perlu kita syukuri masih ada sahabat-sahabat kita yang peduli akan alam, peduli dengan lingkungan sekitarnya, peduli dengan tempat bermainnya. Hal yang lumrah di indonesia, melakukan hal yang baik saja masih ada yang kontra apalagi melakukan hal yang buruk. Kita diskusi disini bukan untuk cari lawan melainkan cari kawan. Bukankan lebih baik jika ada beberapa pemikiran daripada satu pemikiran tinggal dicari jalan tengahnya, okay? Bagaimana kalo kita menindaklanjutinya dengan perbuatan secara langsung,misal kerja bakti bareng gitu untuk memperbaiki daerah yang rusak tersebut. Ditunggu kabar selanjutnya. maju terus sahabat sukawana! keep on track, guys

    Comment by Akhmads — November 17, 2006 @ 9:36 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

    anda adalah pengunjung ke: