OPINI: Erosi di Track 4, Sukawana
Oleh: ARU
Akhir-akhir ini rekan-rekan sangat perhatian dengan kerusakan lahan di sukawana khususnya di Track 4, ada sedikit tambahan untuk bahan diskusi (sepertinya ada salah paham antara menanam pohon atau cukup menanam rumput-rumputan) karena bisa jadi apa terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Guru besar dan dibaca oleh rekan-rekan berbeda dengan apa yang terjadi di sukawana (track 4 memiliki lahan yang rusak parah akibat dijadikan jalur Off road dan dengan kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang).
Mengenai erosi di sukawana dan cara mengatasinya, tidak semua erosi dapat diperbaiki dengan vegetasi aja, baik itu rerumputan – serasah maupun pohon.
Erosi dapat terjadi karena tumbukan air hujan (energi kinetik) yang mengenai tanah yang tidak tertutup atau dari kecepatan aliran air yang tidak dihambat oleh akar-akar atau vegetasi.
Pohon-pohon besar juga dapat mengakibatkan erosi bila bentuk daunnya membentuk mangkuk sehingga berpotensi meng akumulasi air hujan dan dibawahnya tidak ada penutup tanah (misal serasah, semak dan rerumputan). Tapi bila hanya mengandalkan rerumputan juga tidak bagus untuk tanah, bila tidak ada pohon yang memiliki akar akar tunjang, tanah tidak ada yang mengikat, sehingga bila tanah jenuh dengan air akibatnya bisa longsor (tanah terlalu berat menahan beban dari air yang terkandung didalamnya) Jadi sebenernya yang paling baik itu ada pohon dan juga ada serasah semak atau rumput, jadi ketika air jatuh dari pohon energinya dapat di tahan oleh tumbuhan dengan ketinggian yang lebih rendah dari pohon.
EROSI karena air dapat dibedakan dengan erosi karena energi kinetik air hujan (tumbukan air hujan), sheet erosion (karena erosinya mengikis tanah selapis demi selapis), rill erosion (membentuk saluran akibat akumulasi hujan yang membentuk aliran air dari atas) dan gully erosion (lebih besar dari rill erosion, membentuk selokan-selokan) disebut juga stream channel erosion.
Erosi yang terjadi di track 4 penyebabnya adalah ban-ban mobil, motor ditambah dengan aliran air dari atas mengingat bahwa di track 4 memiliki kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang sehingga dapat mengakibatkan aliran air dari atas bertambah kuat. Kalau di alam mirip-mirip seperti gully erosion atau erosi parit.
Cara mengatasinya tentu tidak sekedar menanam vegetasi saja, tapi harus diawali dengan perbaikan lahan untuk mengurangi aliran air dari atas ( dengan cara contouring, strip cropping, terracing). Cara ini adalah cara paling efektif untuk menyediakan lingkungan yang cocok bagi tanaman, mempengaruhi laju infiltrasi (meresapnya air kedalam tanah), aerasi, dan kehilangan tanah akibat erosi.
Contouring diartikan membajak, menanam, mengolah tanaman dan panen kira kira mendekati / mengikuti garis kontur.
Strip cropping menumbuhkan bidang-bidang dengan berbagai tanaman di lahan yang sama.
Demikian sedikit tambahan semoga bermanfaat.
Kalau ada yang berminat untuk mendalami bisa dilihat di buku:
Glen O. Schwab dkk, 1981, Soil and Water Conservation Engineering, John Willey & Sons.


wah euy, urang tata / obrolkeun weh atuh lah. anak urang ge hayang ningali leuweung tangkuban teh jiga kumaha. lain dongeng hungkul.
guns nu asli
Comment by guns — June 29, 2007 @ 5:06 pm