Friends of The Sukawana

April 16, 2007

Citra SPOT RGB (2004) dan Titik Erosi Jalur Sukawana

Filed under: Warta, Info Peta - sahabat sukawana @ 1:30 am

Citra SPOT + Titik Jalur Rusak SukawanaPotongan peta dan citra SPOT RGB daerah Sukawana (Juni 2004) yang di overlay dengan titik jalur yang mengalami kerusakan dan erosi (2005-2006) memang memperlihatkan bahwa jalur offroad sudah demikian masuk dan merambah semakin dekat dengan kawah Tangkuban Perahu. Selain mengakibatkan kerusakan alur, tekanan dari pengunjung (baik offroader maupun pejalan kaki) juga sudah makin terlihat dengan bertambahnya sampah yang berserakan, sisa-sisa api unggun dan kerusakan vegetasi.

Hal ini memang selayaknya menjadi perhatian kita bersama.

Versi pdf dari peta ini disini. Peta lain ada di Info Peta.

August 5, 2006

File Baru: Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi

Filed under: Warta - sahabat sukawana @ 6:48 pm

Untuk orang awam seperti kami, istilah kehutanan dan kawasan konservasi yang bermacam macam cukup membingungkan. Sebutlah deretan istilah hutan seperti hutan lindung, hutan desa, hutan suaka alam, hutan rakyat, hutan kemasyarakatan kemudian istilah lain yang akrab ditelinga namun definisinya kadang membingungkan, misalnya cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa dan sebagainya.

Oleh sebab itu kami mengumpulkan bahan-bahan pada satu tulisan yang berjudul, Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi. Tulisan ini di kumpulkan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan tulisan dari situs web Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.

Ada beberapa catatan yang menurut kami menarik sehubungan dengan Sahabat Sukawana, yaitu pasal 24 UU 14/99 yang menyebutkan bahwa Pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan pada semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional dan Pasal 41, kegiatan rehabilitasi tidak boleh dilakukan di area cagar alam dan zona inti taman nasional. Menilik pada hal-hal tersebut kami berpendapat bahwa terlebih dahulu harus ada batasan yang jelas, area mana di kawasan Tangkuban Perahu yang termasuk cagar alam dan mana yang merupakan daerah penyangga/hutan produksi yang dikelola Perum Perhutani dan PTP Nusantara VII, sebelum kita atau siapa pun merencanakan untuk melakukan aktivitas di kawasan ini.

Sayangnya surat keputusan Menteri Pertanian No. 528/Kpts/Um/9/74 yang menjadi dasar penunjukkan kawasan Cagar Alam Tangkuban Perahu tidak dapat ditemukan versi on-line nya. Demikian pula email yang kami kirimkan ke beberapa instansi (BKSDA Jabar I, Perum Perhutani maupun Ditjen PHKA dan Menteri Pertanian), tidak dapat diterima dengan berbagai alasan klasik seperti mailbox penuh, tidak ada username, bahkan tidak ada alamat email yang dapat dihubungi.

Barangkali ada rekan-rekan yang memiliki resource tersebut, dapat menghubungi kami dengan mengisi kolom komentar.

Download file Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi

July 30, 2006

File Baru: Etika Beraktivitas di Alam Bebas

Filed under: Warta - sahabat sukawana @ 9:41 am

Terjemahan dari seven principles of Leave No Trace.

download file prinsip dasar dan etika beraktivitas di alam bebas (pdf, 67kb)

July 8, 2006

Selamat Datang Sahabat Sukawana

Filed under: Warta - sahabat sukawana @ 7:03 pm

Siapa Sahabat Sukawana ? 

Sahabat Sukawana (anda boleh juga menyebutnya FOTS; Friends of The Sukawana) adalah sebuah inisiatif yang timbul dari rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas baik peduli lingkungan, pecinta alam, offroader mobil, motor, sepeda, pejalan kaki dan semua warga masyarakat yang ikut memanfaatkan serta senang menikmati keajaiban ciptaan Tuhan.
Inisiatif ini muncul ketika beberapa rekan di Bandung memiliki kepedulian yang sama terhadap kondisi alam dan hutan di sekitar Bandung khususnya daerah Sukawana yang kini banyak mengalami degradasi akibat ulah kita juga para manusia yang mendiami, mendatangi dan beraktifitas di kawasan tersebut.
Apabila anda memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan dan alam sekitar, maka anda juga adalah Sahabat Sukawana, mudah sekali bukan.

Mengapa Sukawana ?

Sukawana adalah nama daerah yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah utara kota Bandung yang sebagian besar wilayahnya adalah kebun teh produktif milik PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Namun nama Sukawana yang dikenal oleh sebagian komunitas penggiat adalah areal lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar merupakan hutan pinus dalam pengelolaan Perum Perhutani dan sebagian lagi termasuk dalam area cagar alam Gunung Tangkuban Perahu. Sukawana merupakan lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berkegiatan luar ruang (outdoor) oleh sebagian masyarakat, tidak saja Bandung dan kota kota satelitnya, tapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya.
Banyak diantara rekan rekan yang merasa memiliki Sukawana karena sering melakukan berbagai aktifitas komunal maupun individual disini. Baik itu sekedar sight seeing, berkendaraan offroad mobil atau motor, bersepeda (mountain bike), berjalan kaki (hiking) bahkan berkuda (horse riding). Dengan hutan yang masih asri, udara yang bersih, bentangan pohon pinus dan berbagai satwa ditambah jaraknya yang dapat dicapai hanya dalam 45 menit berkendara dari kota Bandung membuat Sukawana begitu mudah disayangi.
Sayangnya berbagai kegiatan tersebut belakangan ini semakin marak dan cenderung tidak terkendali, akibatnya bisa ditebak. Banyak terjadi degradasi lahan. Aktifitas menjadi tidak nyaman ketika para hikers harus berjalan dengan ditingkahi deru exhaust para dirtbikers yang memekakkan telinga. Sebagian areal menjadi kotor akibat sampah yang ditinggalkan begitu saja. Belum kondisi lintasan yang dahulu digunakan untuk jalur perkebunan mulai rusak akibat gerusan ban ban profil kasar kendaraan 4x4 disambung erosi di beberapa lintasan yang menjadi semakin parah ketika hujan mulai turun, membentuk ceruk dalam (monorail) yang sulit dilalui kendaraan. Akibat lain, banyak lintasan dan jalur baru yang dibuka.
Rumput yang ditanam para masyarakat peternak dan saluran air yang menghidupi desa di sekitar Sukawana seringkali ikut menjadi korban. Bukan itu saja, perambahan yang dilakukan oleh masyarakat juga sudah mulai masuk jauh kedalam.

Semua kondisi ini sangat mendukung bagi rusaknya Sukawana secara lebih luas, hilangnya para satwa lokal, matinya tanaman tanaman eksotik khas hutan Jawa Barat, dan seterusnya dan seterusnya.
Pendeknya, Sukawana merupakan sebuah contoh, dimana sesuatu yang begitu mudah disayangi, sadar tidak sadar mudah juga untuk disakiti.

Kami tidak ingin Sukawana rusak. Kami tidak ingin Sukawana sampai tertutup untuk aktifitas otomotif. Kami ingin Sukawana dapat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh penggiat dan stakeholder-nya. Tapi itu semua tidak akan tercapai bila kita tidak memahami keinginan Sukawana.

Mari kita beraktifitas dengan lebih bertanggung jawab dan bersahabat pada alam.

Situs ini selalu dalam pengembangan, silahkan kembali di lain waktu dan jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar anda mengenai inisiatif ini di kolom komentar yang tersedia.

Salam,

Sahabat Sukawana 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

    anda adalah pengunjung ke: