<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Friends of The Sukawana</title>
	<link>http://fots.blogsome.com</link>
	<description>Sahabat Sukawana, non-profit inisiative to promote environment minimum impact activities in Bandung, Indonesia</description>
	<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 18:46:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Citra SPOT RGB (2004) dan Titik Erosi Jalur Sukawana</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2007/04/16/citra-spot-sukawana-2004-dan-titik-erosi-jalur-sukawana/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2007/04/16/citra-spot-sukawana-2004-dan-titik-erosi-jalur-sukawana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 18:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Warta</category>
	<category>Info Peta</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2007/04/16/citra-spot-sukawana-2004-dan-titik-erosi-jalur-sukawana/</guid>
		<description><![CDATA[	Potongan peta dan citra SPOT RGB daerah Sukawana (Juni 2004) yang di overlay dengan titik jalur yang mengalami kerusakan dan erosi (2005-2006) memang memperlihatkan bahwa jalur offroad sudah demikian masuk dan merambah semakin dekat dengan kawah Tangkuban Perahu. Selain mengakibatkan kerusakan alur, tekanan dari pengunjung (baik offroader maupun pejalan kaki) juga sudah makin terlihat dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a title="Citra SPOT (2004) + Titik Kerusakan Jalur Sukawana" target="_self" href="http://picasaweb.google.com/manglayang/Fots/photo#5053721916250960114"><img width="144" vspace="5" hspace="5" height="109" border="1" align="left" title="Citra SPOT + Titik Jalur Rusak Sukawana" alt="Citra SPOT + Titik Jalur Rusak Sukawana" src="http://lh3.google.com/image/manglayang/RiJtTpu-sPI/AAAAAAAAADg/xGHaoazc1u4/tangkuban-crop-screenshot-final.jpg?imgmax=144" /></a>Potongan peta dan citra SPOT RGB daerah Sukawana (Juni 2004) yang di <em>overlay </em>dengan titik jalur yang mengalami kerusakan dan erosi (2005-2006) memang memperlihatkan bahwa jalur <em>offroad </em>sudah demikian masuk dan merambah semakin dekat dengan kawah Tangkuban Perahu. Selain mengakibatkan kerusakan alur, tekanan dari pengunjung (baik <em>offroader</em> maupun pejalan kaki) juga sudah makin terlihat dengan bertambahnya sampah yang berserakan, sisa-sisa api unggun dan kerusakan vegetasi. </p>
	<p>Hal ini memang selayaknya menjadi perhatian kita bersama.</p>
	<p>Versi pdf dari peta ini <a href="http://www.orbitfiles.com/download/id838659491?force" target="_self" title="pdf peta sukawana">disini</a>. Peta lain ada di <a title="Info Peta" target="_self" href="http://fots.blogsome.com/peta-dan-skema/">Info Peta</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2007/04/16/citra-spot-sukawana-2004-dan-titik-erosi-jalur-sukawana/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>U.L.I.N: Program Edukasi dan Etika Rekreasi</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/08/15/ulin-ramah-pada-alam/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/08/15/ulin-ramah-pada-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 05:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>U.L.I.N</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/08/15/ulin-ramah-pada-alam/</guid>
		<description><![CDATA[	Tekanan pada alam akibat berbagai kegiatan dan aktifitas luar ruang yang semakin marak tentu akan berakibat pada degradasi lingkungan. Bagaimana kita menanggulanginya ?. Pertanyaan ini sering hinggap di kepala kami ketika melihat sendiri kondisi lingkungan di sekitar kita. Penegakan hukum tentu merupakan salah satu jawaban, namun kami juga melihat bahwa masih banyak sekali kendala dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Tekanan pada alam akibat berbagai kegiatan dan aktifitas luar ruang yang semakin marak tentu akan berakibat pada degradasi lingkungan. Bagaimana kita menanggulanginya ?. Pertanyaan ini sering hinggap di kepala kami ketika melihat sendiri kondisi lingkungan di sekitar kita. Penegakan hukum tentu merupakan salah satu jawaban, namun kami juga melihat bahwa masih banyak sekali kendala dalam melakukan penegakan hukum di negara kita, sebutlah kondisi aparat penegak hukum dan perundangan yang ada. </p>
	<p>Selain kondisi diatas bukan merupakan kapabilitas kami, mengapa tidak kita tingkatkan saja dulu kesadaran lingkungan kita ? dengan tingkat kesadaran individual yang cukup, rentetannya tentu kerja para aparat penegak hukum lebih ringan (karena lebih sedikit yang melanggar), juga tidak perlu dibuat peraturan yang sulit dilakukan penegakan hukumnya. Misi utamanya tentu saja bahwa dengan memahami (dan mengamalkan) etika berkegiatan rekreasi di alam terbuka yang sehat dan bertanggung-jawab, kita dapat secara langsung menjaga kelestarian alam yang kita pinjam dari anak cucu kita. </p>
	<p>Untuk itulah kami menyusun program edukasi U.L.I.N yang saat ini terwujud dalam lembar panduan etika beraktifitas di alam terbuka untuk berbagai kegiatan rekreasi.</p>
	<p>Karena berbagai keterbatasan, kami baru bisa mempublikasi panduan rekreasi motor trail. Rencana ke depan, semua jenis aktifitas alam terbuka harus memiliki etika dan panduan tersendiri. <br />Harapan kami, panduan ini juga dapat menjadi embrio bagi terbentuknya etika tertulis di masing-masing organisasi penggiat dan acara-acara kegiatan rekreasi. Sehingga penegakan hukum setiap anggota penggiat dapat dikendalikan pula oleh institusi masing-masing.</p>
	<p>Saran dan ide dapat dilontarkan pada sukawana[at]gmail.com</p>
	<p><a href="http://fots.blogsome.com/ulin/" target="_self" title="U.L.I.N: Ramah Pada Alam">Selengkapnya mengenai U.L.I.N dan lembar panduan rekreasi</a>.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/08/15/ulin-ramah-pada-alam/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>File Baru: Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/08/05/file-baru-ikhtisar-istilah-hutan-dan-kawasan-konservasi/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/08/05/file-baru-ikhtisar-istilah-hutan-dan-kawasan-konservasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2006 11:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Warta</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/08/05/file-baru-ikhtisar-istilah-hutan-dan-kawasan-konservasi/</guid>
		<description><![CDATA[	Untuk orang awam seperti kami, istilah kehutanan dan kawasan konservasi yang bermacam macam cukup membingungkan. Sebutlah deretan istilah hutan seperti hutan lindung, hutan desa, hutan suaka alam, hutan rakyat, hutan kemasyarakatan kemudian istilah lain yang akrab ditelinga namun definisinya kadang membingungkan, misalnya cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa dan sebagainya.
	Oleh sebab itu kami mengumpulkan bahan-bahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Untuk orang awam seperti kami, istilah kehutanan dan kawasan konservasi yang bermacam macam cukup membingungkan. Sebutlah deretan istilah hutan seperti hutan lindung, hutan desa, hutan suaka alam, hutan rakyat, hutan kemasyarakatan kemudian istilah lain yang akrab ditelinga namun definisinya kadang membingungkan, misalnya cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa dan sebagainya.</p>
	<p>Oleh sebab itu kami mengumpulkan bahan-bahan pada satu tulisan yang berjudul, <a href="http://www.orbitfiles.com/download/id618336293" target="_self" title="Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi">Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi</a>. Tulisan ini di kumpulkan dari <a href="http://fots.blogsome.com/peraturan-dan-perundangan/" target="_self" title="Peraturan dan Perundangan">Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1999 tentang Kehutanan</a>, dan tulisan dari situs web <a href="http://www.ditjenphka.go.id/" target="_self">Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam</a>.</p>
	<p>Ada beberapa catatan yang menurut kami menarik sehubungan dengan <a href="http://fots.blogsome.com" target="_self" title="Sahabat Sukawana">Sahabat Sukawana</a>, yaitu pasal 24 UU 14/99 yang menyebutkan bahwa <u>Pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan pada semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional</u> dan Pasal 41, <u>kegiatan rehabilitasi tidak boleh dilakukan di area cagar alam dan zona inti taman nasional</u>. Menilik pada hal-hal tersebut kami berpendapat bahwa terlebih dahulu harus ada batasan yang jelas, area mana di kawasan Tangkuban Perahu yang termasuk cagar alam dan mana yang merupakan daerah penyangga/hutan produksi yang dikelola Perum Perhutani dan PTP Nusantara VII, sebelum kita atau siapa pun merencanakan untuk melakukan aktivitas di kawasan ini. </p>
	<p>Sayangnya surat keputusan Menteri Pertanian No. 528/Kpts/Um/9/74 yang menjadi dasar penunjukkan kawasan Cagar Alam Tangkuban Perahu tidak dapat ditemukan versi <em>on-line</em> nya. Demikian pula email yang kami kirimkan ke beberapa instansi (BKSDA Jabar I, Perum Perhutani maupun Ditjen PHKA dan Menteri Pertanian), tidak dapat diterima dengan berbagai alasan klasik seperti mailbox penuh, tidak ada username, bahkan tidak ada alamat email yang dapat dihubungi. </p>
	<p>Barangkali ada rekan-rekan yang memiliki <em>resource </em>tersebut, dapat menghubungi kami dengan mengisi kolom komentar.</p>
	<p>Download file <a target="_self" href="http://www.orbitfiles.com/download/id618336293">Ikhtisar Istilah Hutan dan Kawasan Konservasi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/08/05/file-baru-ikhtisar-istilah-hutan-dan-kawasan-konservasi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>File Baru: Etika Beraktivitas di Alam Bebas</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/07/30/file-baru-etika-beraktivitas-di-alam-bebas/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/07/30/file-baru-etika-beraktivitas-di-alam-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2006 02:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Warta</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/07/30/file-baru-etika-beraktivitas-di-alam-bebas/</guid>
		<description><![CDATA[	Terjemahan dari seven principles of Leave No Trace. 
	download file prinsip dasar dan etika beraktivitas di alam bebas (pdf, 67kb)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Terjemahan dari seven principles of <a href="http://www.lnt.org" target="_self" title="Leave No Trace">Leave No Trace</a>. </p>
	<p>download file <a href="http://www.orbitfiles.com/download/id560560693" target="_self" title="OUTDOOR ETHICS">prinsip dasar dan etika beraktivitas di alam bebas</a> (<em>pdf</em>, 67kb)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/07/30/file-baru-etika-beraktivitas-di-alam-bebas/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>OPINI: Erosi di Track 4,  Sukawana</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/07/26/opini-erosi-di-track-4-sukawana/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/07/26/opini-erosi-di-track-4-sukawana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2006 05:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/07/26/opini-erosi-di-track-4-sukawana/</guid>
		<description><![CDATA[	Oleh: ARU&nbsp;
	 Akhir-akhir ini rekan-rekan sangat perhatian dengan kerusakan lahan di sukawana khususnya di Track 4, ada sedikit tambahan untuk bahan diskusi (sepertinya ada salah paham antara menanam pohon atau cukup menanam rumput-rumputan) karena bisa jadi apa terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Guru besar dan dibaca oleh rekan-rekan berbeda dengan apa yang terjadi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Oleh: <a title="kharistya.blogspot.com" target="_blank" href="http://kharistya.blogspot.com/">ARU</a>&nbsp;</p>
	<p><a title="berita foto" target="_self" href="http://beritafoto.blogspot.com"><img width="128" vspace="5" hspace="10" height="189" border="2" align="left" title="salah satu contoh kerusakan di track 4" alt="salah satu contoh kerusakan di track 4" src="http://photos1.blogger.com/hello/59/7768/320/Damage%20Sukawana%20Trail%20%282%29.jpg" /></a> Akhir-akhir ini rekan-rekan sangat perhatian dengan kerusakan lahan di sukawana khususnya di <em>Track </em>4, ada sedikit tambahan untuk bahan diskusi (sepertinya ada salah paham antara menanam pohon atau cukup menanam rumput-rumputan) karena bisa jadi apa terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Guru besar dan dibaca oleh rekan-rekan berbeda dengan apa yang terjadi di sukawana (<em>track </em>4 memiliki lahan yang rusak parah akibat dijadikan jalur Off road dan dengan kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang).<br />Mengenai erosi di sukawana dan cara mengatasinya, tidak semua erosi dapat diperbaiki dengan vegetasi aja, baik itu rerumputan &ndash; serasah maupun pohon.</p>
	<p>Erosi dapat terjadi karena tumbukan air hujan (energi kinetik) yang mengenai tanah yang tidak tertutup atau dari kecepatan aliran air yang tidak dihambat oleh akar-akar atau vegetasi.<br />Pohon-pohon besar juga dapat mengakibatkan erosi bila bentuk daunnya membentuk mangkuk sehingga berpotensi meng akumulasi air hujan dan dibawahnya tidak ada penutup tanah (misal serasah, semak dan rerumputan). Tapi bila hanya mengandalkan rerumputan juga tidak bagus untuk tanah, bila tidak ada pohon yang memiliki akar akar tunjang, tanah tidak ada yang mengikat, sehingga bila tanah jenuh dengan air akibatnya bisa longsor (tanah terlalu berat menahan beban dari air yang terkandung didalamnya) Jadi sebenernya yang paling baik itu ada pohon dan juga ada serasah semak atau rumput, jadi ketika air jatuh dari pohon energinya dapat di tahan oleh tumbuhan dengan ketinggian yang lebih rendah dari pohon.</p>
	<p>EROSI karena air dapat dibedakan dengan erosi karena energi kinetik air hujan (tumbukan air hujan), <em>sheet erosion</em> (karena erosinya mengikis tanah selapis demi selapis), <em>rill erosion</em> (membentuk saluran akibat akumulasi hujan yang membentuk aliran air dari atas) dan <em>gully erosion</em> (lebih besar dari <em>rill erosion</em>, membentuk selokan-selokan) disebut juga <em>stream channel erosion</em>.<br />Erosi yang terjadi di track 4 penyebabnya adalah ban-ban mobil, motor ditambah dengan aliran air dari atas mengingat bahwa di track 4 memiliki kemiringan dan panjang lereng yang lumayan panjang sehingga dapat mengakibatkan aliran air dari atas bertambah kuat.&nbsp; Kalau di alam mirip-mirip seperti <em>gully erosion</em> atau erosi parit.</p>
	<p>Cara mengatasinya tentu tidak sekedar menanam vegetasi saja, tapi harus diawali dengan perbaikan lahan untuk mengurangi aliran air dari atas ( dengan cara <em>contouring</em>, <em>strip cropping</em>, <em>terracing</em>). Cara ini adalah cara paling efektif untuk menyediakan lingkungan yang cocok bagi tanaman, mempengaruhi laju infiltrasi (meresapnya air kedalam tanah), aerasi, dan kehilangan tanah akibat erosi.</p>
	<p>Contouring diartikan membajak, menanam, mengolah tanaman dan panen kira kira mendekati / mengikuti garis kontur.<br />Strip cropping menumbuhkan bidang-bidang dengan berbagai tanaman di lahan yang sama.</p>
	<p>Demikian sedikit tambahan semoga bermanfaat.</p>
	<p>Kalau ada yang berminat untuk mendalami bisa dilihat di buku:<br /><em>Glen O. Schwab dkk, 1981, Soil and Water Conservation Engineering, John Willey &amp; Sons.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/07/26/opini-erosi-di-track-4-sukawana/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Skema Situasi dan Titik Kerusakan di Sukawana</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/07/12/skema-situasi-dan-titik-kerusakan-di-sukawana/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/07/12/skema-situasi-dan-titik-kerusakan-di-sukawana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2006 09:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Info Peta</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/07/12/skema-situasi-dan-titik-kerusakan-di-sukawana/</guid>
		<description><![CDATA[	
Skema ini bukanlah peta situasi yang baik dan akurat, namun setidaknya dapat menjadi awal dan basis bagi kegiatan mapping yang harus dilakukan. Di peta ini juga tertera titik titik dimana lintasan mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan. Beberapa gambar kerusakan yang terjadi sementara dapat dilihat di Berita Foto.
	 Skema di produce langsung menggunakan GPSMapEdit dari hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a href="http://usera.imagecave.com/fots/peta/skema_situasi_dan_titik_kerusakan_sukawana.jpg"><img width="132" vspace="5" hspace="10" height="88" border="2" align="left" src="http://usera.imagecave.com/fots/peta/icth_skema_situasi_dan_titik_kerusakan_sukawana.jpg.jpg" alt="skema situasi dan titik kerusakan lintasan" title="skema situasi dan titik kerusakan lintasan" /></a>
<p>Skema ini bukanlah peta situasi yang baik dan akurat, namun setidaknya dapat menjadi awal dan basis bagi kegiatan <em>mapping </em>yang harus dilakukan. Di peta ini juga tertera titik titik dimana lintasan mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan. Beberapa gambar kerusakan yang terjadi sementara dapat dilihat di <a title="Berita Foto" target="_blank" href="http://beritafoto.blogspot.com">Berita Foto</a>.</p>
	<p> Skema di <em>produce </em>langsung menggunakan <a title="GeoPainting GPSMapEdit" target="_blank" href="http://www.geopainting.com">GPSMapEdit</a> dari hasil tracking GPS pada sekitar tahun 2003 dan sebagian diperbaharui pada 2006 kemarin. Kondisi jalan dan lintasan sangat mungkin sudah banyak mengalami perubahan, untuk itu diperlukan mapping baru yang lebih baik. Beberapa garis jalan juga masih merupakan rekaan, di tampilkan hanya sebagai bahan dalam pembuatan mapping selanjutnya.</p>
	<p> Bila ada rekan rekan yang memiliki peta dasar (bakosurtanal), citra satelit, gps tracking atau material apapun yang berhubungan dengan inisiatif ini dapat memberikan kontribusi dengan cara memberikan link dimana file tersebut dapat di unduh/download pada kolom komentar yang disediakan. Kami juga sedang mengumpulkan data gambar mengenai kondisi lahan di Sukawana dan sekitarnya dari dulu sampai sekarang, bila anda memiliki dan berkenan <em>sharing</em>, silahkan mengikuti cara seperti diatas. Mohon maaf pengiriman file melalui email belum dapat dilakukan karena keterbatasan koneksi internet yang kami miliki. </p>
	<p>download <a href="http://usera.imagecave.com/fots/peta/skema_situasi_dan_titik_kerusakan_sukawana.jpg" target="_self" title="Skema Situasi dan Beberapa Titik Kerusakan di Sukawana">skema situasi, jalan akses dan beberapa titik kerusakan lintasan di Sukawana v01</a> (jpg, 147kb).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/07/12/skema-situasi-dan-titik-kerusakan-di-sukawana/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Sahabat Sukawana</title>
		<link>http://fots.blogsome.com/2006/07/08/selamat-datang-sahabat-sukawana/</link>
		<comments>http://fots.blogsome.com/2006/07/08/selamat-datang-sahabat-sukawana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2006 19:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabat sukawana</dc:creator>
		
	<category>Warta</category>
		<guid>http://fots.blogsome.com/2006/07/08/selamat-datang-sahabat-sukawana/</guid>
		<description><![CDATA[	Siapa Sahabat Sukawana ?&nbsp;
	Sahabat Sukawana (anda boleh juga menyebutnya FOTS; Friends of The Sukawana) adalah sebuah inisiatif yang timbul dari rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas baik peduli lingkungan, pecinta alam, offroader mobil, motor, sepeda, pejalan kaki dan semua warga masyarakat yang ikut memanfaatkan serta senang menikmati keajaiban ciptaan Tuhan. Inisiatif ini muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Siapa Sahabat Sukawana ?&nbsp;</strong></p>
	<p>Sahabat Sukawana (anda boleh juga menyebutnya <strong>FOTS</strong>; <em>Friends of The Sukawana</em>) adalah sebuah inisiatif yang timbul dari rekan-rekan yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas baik peduli lingkungan, pecinta alam, <em>offroader</em> mobil, motor, sepeda, pejalan kaki dan semua warga masyarakat yang ikut memanfaatkan serta senang menikmati keajaiban ciptaan Tuhan. <br />Inisiatif ini muncul ketika beberapa rekan di Bandung memiliki kepedulian yang sama terhadap kondisi alam dan hutan di sekitar Bandung khususnya daerah Sukawana yang kini banyak mengalami degradasi akibat ulah kita juga para manusia yang mendiami, mendatangi dan beraktifitas di kawasan tersebut. <br />Apabila anda memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan dan alam sekitar, maka anda juga adalah Sahabat Sukawana, mudah sekali bukan.</p>
	<p><strong>Mengapa </strong><strong>Sukawana ? <br /></strong></p>
	<p>Sukawana adalah nama daerah yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah utara kota Bandung yang sebagian besar wilayahnya adalah kebun teh produktif milik PT. Perkebunan Nusantara VIII. </p>
	<p>Namun nama Sukawana yang dikenal oleh sebagian komunitas penggiat adalah areal lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar merupakan hutan pinus dalam pengelolaan Perum Perhutani dan sebagian lagi termasuk dalam area cagar alam Gunung Tangkuban Perahu. Sukawana merupakan lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berkegiatan luar ruang (<em>outdoor</em>) oleh sebagian masyarakat, tidak saja Bandung dan kota kota satelitnya, tapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya. <br />Banyak diantara rekan rekan yang merasa memiliki Sukawana karena sering melakukan berbagai aktifitas komunal maupun individual disini. Baik itu sekedar <em>sight seeing</em>, berkendaraan <em>offroad</em> mobil atau motor, bersepeda (<em>mountain bike</em>), berjalan kaki (<em>hiking</em>) bahkan berkuda (<em>horse riding</em>). Dengan hutan yang masih asri, udara yang bersih, bentangan pohon pinus dan berbagai satwa ditambah jaraknya yang dapat dicapai hanya dalam 45 menit berkendara dari kota Bandung membuat Sukawana begitu mudah disayangi. <br />Sayangnya berbagai kegiatan tersebut belakangan ini semakin marak dan cenderung tidak terkendali, akibatnya bisa ditebak. Banyak terjadi degradasi lahan. Aktifitas menjadi tidak nyaman ketika para <em>hikers</em> harus berjalan dengan ditingkahi deru <em>exhaust</em> para <em>dirtbikers </em>yang memekakkan telinga. Sebagian areal menjadi kotor akibat sampah yang ditinggalkan begitu saja. Belum kondisi lintasan yang dahulu digunakan untuk jalur perkebunan mulai rusak akibat gerusan ban ban profil kasar kendaraan 4x4 disambung erosi di beberapa lintasan yang menjadi semakin parah ketika hujan mulai turun, membentuk ceruk dalam (<em>monorail</em>) yang sulit dilalui kendaraan. Akibat lain, banyak lintasan dan jalur baru yang dibuka. <br />Rumput yang ditanam para masyarakat peternak dan saluran air yang menghidupi desa di sekitar Sukawana seringkali ikut menjadi korban. Bukan itu saja, perambahan yang dilakukan oleh masyarakat juga sudah mulai masuk jauh kedalam.</p>
	<p>Semua kondisi ini sangat mendukung bagi rusaknya Sukawana secara lebih luas, hilangnya para satwa lokal, matinya tanaman tanaman eksotik khas hutan Jawa Barat, dan seterusnya dan seterusnya.<br />Pendeknya, Sukawana merupakan sebuah contoh, dimana sesuatu yang begitu mudah disayangi, sadar tidak sadar mudah juga untuk disakiti.</p>
	<p>Kami tidak ingin Sukawana rusak. Kami tidak ingin Sukawana sampai tertutup untuk aktifitas otomotif. Kami ingin Sukawana dapat bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh penggiat dan <em>stakeholder</em>-nya. Tapi itu semua tidak akan tercapai bila kita tidak memahami keinginan Sukawana. </p>
	<p>Mari kita beraktifitas dengan lebih bertanggung jawab dan bersahabat pada alam.  </p>
	<p>Situs ini selalu dalam pengembangan, silahkan kembali di lain waktu dan jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar anda mengenai inisiatif ini di kolom komentar yang tersedia.</p>
	<p>Salam,</p>
	<p><em>Sahabat Sukawana&nbsp;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fots.blogsome.com/2006/07/08/selamat-datang-sahabat-sukawana/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
